HIMBAUAN

Liburan NATAL? Cek 10 Lokasi Wisata Rohani Kristiani Ini!

Hari Natal akan datang sebentar lagi. Umat Kristen merayakannya sebagai hari agung, yaitu hari peringatan kelahiran Yesus Kristus, Sang Juruselamat Dunia. 

Khususnya di Indonesia, hari Natal termasuk dalam salah satu hari libur nasional dan bertepatan dengan libur akhir tahun / libur semester pelajar sekolah. Maka perayaan ini menjadi momen bagi banyak orang untuk pulang kampung bertemu saudara-saudara tercinta, atau sekadar berlibur meluangkan waktu bersama keluarga.

Jika kalian belum punya ide untuk berwisata di hari Natal, kalian bisa cek rekomendasi KURANG-PIKNIK.COM untuk 10 tempat wisata rohani Kristiani yang bisa menjadi pilihan kalian untuk merayakan Natal. Kalian bisa berlibur sambil meluangkan waktu menghadap Tuhan, istirahat sejenak dari rutinitas dan hiruk pikuk kota besar.

1. Graha Maria Annai Velankanni, Medan


Sekilas bangunan ini seperti kuil Hindu di India ya? Padahal sebenarnya bangunan ini adalah sejenis gereja yang didirikan oleh umat Katolik di Medan, Sumatera Utara. Nama "Annai Velankanni" diambil dari peristiwa penampakan Bunda Maria di Velankanni, India Selatan. Bangunan ini diresmikan pada tahun 2005, dan sejak dibuka untuk umum, tempat ini menjadi tempat favorit bagi umat Katolik dan juga umat agama-agama lainnya untuk berdoa dan mencari kehinangan. 

Graha ini memiliki 3 kubah besar, sebagai simbol Tuhan yang Tritunggal. Di dalam graha ini terdapat ruang peribadatan dengan patung Bunda Maria yang dibawa langsung dari India, serta balkon dengan 14 jendela yang menceritakan peristiwa Jalan Salib Yesus.

Lokasi wisata religi ini terdapat di sisi barat daya Kota Medan, tepatnya di kawasan Taman Sakura Indah, Medan Tuntungan. 

2. Salib Kasih, Tarutung


Salib Kasih adalah sebuah salib raksasa yang berdiri di atas Bukit (dolok) Siatas Barita di Tarutung, Sumatera Utara. Di bukit ini dipercayai bahwa penginjil Protestan bernama Inger Ludwig Nommensen berdoa "Ya Tuhan, hidup atau mati biarlah aku berada di tengah-tengah bangsa Batak ini untuk menyebarkan firman dan kerajaan-Mu".

Untuk mencapai salib raksasa ini, kalian harus mendaki bukit melalui ratusan anak tangga. Sepanjang perjalanan mendaki bukit, kalian akan disuguhi pemandangan berupa bebatuan bertuliskan ayat-ayat Alkitab dan tentunya pemandangan indah Kota Tarutung di bawah bukit.

Di bawah salib raksasa ini terdapat semacam ruang doa, dan kalian bisa menyampaikan ujud-ujud doa kalian kepada Tuhan di tengah keheningan secara khusyuk.

3. Lembah Karmel, Cianjur


Lembah Karmel adalah kompleks wisata religi Katolik di Cikanyere, Cianjur. Di tempat ini terdapat sebuah gereja megah dan kompleks retreat yang bisa digunakan komunitas-komunitas untuk mundur sejenak dari hiruk pikuk keramaian kota dan menghadap Tuhan dalam keheningan, sangat sesuai dengan lokasinya yang dikelilingi oleh pegunungan dan hutan yang masih asri.

Lembah Karmel sangat populer terutama sebagai tempat diadakannya misa penyembuhan oleh Romo Yohanes Indrakusuma. Umat yang ingin penyakitnya dijamah oleh Tuhan bisa mendatangi gereja ini untuk mengikuti misa penyembuhan.

Untuk mencapai Lembah Karmel, dari arah Puncak Pass kalian bisa mengikuti jalan menuju Kota Bunga. Dari arah jalan utama Puncak-Cianjur, Lembah Karmel terletak setelah Kota Bunga. Tersedia juga jalan alternatif yang cukup sempit dari jalan alternatif Jonggol-Cianjur.

4. Gua Maria Sawer Rahmat, Kuningan


Kompleks wisata religi Katolik ini terdapat di kaki Gunung Ciremai, tepatnya di Desa Cisantana, Kuningan, Jawa Barat. Gua ini didirikan di dekat mata air yang jernih, yang biasanya digunakan oleh umat untuk membersihkan diri dan diminum setelah diberkati oleh pastor. Selain gua Maria, di lokasi ini terdapat tempat untuk melakukan ibadah jalan salib memperingati kisah sengsara Yesus.

Gua Maria ini terletak di sebuah desa yang dihuni oleh masyarakat Sunda yang beragama Katolik, dilingkupi oleh masyarakat yang beragama Islam dan kepercayaan asli (Sunda Wiwitan). Desa ini tidak jauh dari Cigugur yang sangat terkenal dengan tradisi "Seren Taun".

Desa ini terletak tidak jauh dari Kota Kuningan, dan sangat mudah dicapai dengan kendaraan pribadi. Akses ke tempat ini semakin mudah setelah dibukanya tol Cipali (Cikampek-Palimanan), hanya butuh waktu 4 jam dari Jakarta.

5. Gereja & Candi Hati Kudus Yesus Ganjuran, Yogyakarta



Kompleks Gereja Hati Kudus Yesus terdapat di Ganjuran, Bantul, Yogyakarta. Di sini terdapat gedung gereja yang berbentuk joglo ala Jawa yang digunakan umat Katolik setempat untuk beribadah. Di sebelah kanan gereja, terdapat sebuah candi yang dibangun sebagai dedikasi kepada Hati Kudus Tuhan Yesus. Di dalam candi ini terdapat patung Yesus yang digambarkan seperti seorang raja Jawa.

Selain bangunan gereja dan candi, daya tarik gereja ini adalah ibadah misa dengan menggunakan bahasa Jawa dan diiringi alunan gamelan Jawa. Sangat pas bagi anda yang ingin merayakan suasana yang berbeda dari biasanya untuk merayakan Natal. Pada hari-hari besar seperti Natal dan Paskah, ibadah akan dirayakan di depan candi.

Gereja ini terletak tidak jauh dari jalan utama Jogja - Parangtritis atau Jogja - Pantai Samas, dan sangat mudah dicapai dengan kendaraan umum. Dari jalan utama, anda perlu berjalan kaki sekitar 1 km untuk menuju kompleks gereja ini.

6. Gereja GKJW Mojowarno, Jombang


Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Mojowarno adalah gedung gereja Protestan tertua di Jawa Timur. Gereja ini terletak di Kab Jombang, tidak jauh dari Pondok Pesantren Tebu Ireng & makam Gus Dur, presiden Indonesia ke-4.

Selain bangunannya yang bersejarah, gereja ini juga terkenal dengan cara beribadah umat Kristen yang menyerap tradisi Jawa di masyarakat setempat, terutama dalam pesta "unduh-unduh" di mana jemaat gereja akan membawa hasil panen mereka ke gereja. Tidak hanya itu, penduduk Kristen di desa ini juga hidup rukun dengan masyarakat di sekitarnya yang beragama Islam, Hindu, aliran kepercayaan dan lainnya.

Gereja ini dapat dicapai dari pertigaan Mojoagung di jalan utama Surabaya-Jombang, anda bisa menaiki ojek atau angkutan umum yang tersedia.

7. Gereja GKPB "Pniel" Blimbingsari, Bali


Jika bukan karena salib yang terdapat di bangunan ini, kalian pasti akan mengira bangunan ini adalah pura Hindu. Padahal bangunan ini adalah gedung gereja yang dikelola oleh Gereja Kristen Protestan Bali (GKPB). Gereja ini terdapat di Desa Blimbingsari, Kab Jembrana, yang mayoritas penduduknya beragama Protestan. Sangat berbeda dengan di tempat lainnya di Bali yang pada umumnya penduduknya memeluk agama Hindu.

Kehadiran agama Kristen di daerah ini sangat menyatu dengan budaya Bali. Terlihat dari arsitektur dan ornamen yang ada di gedung gereja, serta cara masyarakat beribadah yang menggunakan bahasa dan budaya Bali. 

Mungkin teman-teman sudah sering berkunjung ke Bali tapi tidak pernah tahu bahwa ada warga asli Bali yang beragama Kristen, maka kalian bisa mampir ke gereja ini untuk beribadah di hari Minggu atau merayakan Natal. Kalian akan merasakan suasana yang berbeda dari biasanya.

Desa Blimbingsari dapat dicapai dengan kendaraan pribadi melalui jalan utama Denpasar - Gilimanuk.

8. Bukit Doa Mahawu, Tomohon


Bukit Doa Mahawu ini terletak di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Berada di ketinggian 1200 m di atas permukaan laut, diapit oleh Gunung Lokon & Gunung Mahawu dan dikelilingi hutan segar, lokasi ini menjadi tempat yang sangat pas bagi kalian yang ingin menyampaikan ujud-ujud doa kepada Tuhan dalam suasana yang hening dan teduh.

Di bukit ini terdapat bangunan kapel, ampiteater, gua Maria, replika Jalan Salib Yesus, dan tempat penginapan untuk retreat. Bangunan kapel di bukit ini didesain seperti kapal Nabi Nuh yang terbalik. Sementara itu rumah-rumah retreat di tempat ini berada dikelilingi pepohonan dengan bentuk rumah adat Minahasa, sehingga dijuluki warga setempat sebagai "rumah pohon".

9. Bukit Kasih, Kanonang, Minahasa


Bukit Kasih terletak di Desa Kanonang, Minahasa. Lokasi bukit ini sangat unik, yaitu di perbukitan belerang hasil lahar letusan Gunung Lokon. Oleh masyarakat Minahasa, bukit ini dipercaya sebagai tempat asal nenek moyang suku Minahasa, yaitu Toar dan Lumimuut.

Bukit ini menjadi tempat yang pas untuk wisata religi karena terdapat tempat ibadah 5 agama, yaitu masjid, gereja Katolik, gereja Protestan, candi Hindu, dan wihara Buddha. Di bukit yang dikelilingi hutan segar ini, kalian bisa berdoa dengan tenang menurut agama kalian sendiri. Di tengah-tengahnya terdapat monumen yang menjadi simbol kerukunan dan pemersatu masyarakat Minahasa.

10. Pulau Mansinam, Manokwari


Pulau Mansinam terletak di Manokwari, Papua Barat. Pulau ini menjadi sangat penting bagi masyarakat Papua karena dipercayai agama Kristen Protestan pertama kali masuk ke Papua melalui pulau ini, yang dibawa oleh 2 penginjil bernama Ottow dan Geisler. Berkat jasa mereka, agama Kristen menyebar dari Pulau Mansinam ke seluruh Papua, dan masyarakat Papua memperingati tanggal 5 Februari sebagai tanggal kedatangan Ottow dan Geisler, dan mereka mengadakan perayaan di Pulau Mansinam dengan sangat meriah.

Di pulau ini terdapat patung Yesus yang megah serta gedung gereja yang bisa digunakan oleh umat Kristen untuk beribadah. Sebagai tempat yang bersejarah bagi umat Kristen Papua, pulau ini bisa menjadi pilihan anda untuk merayakan Hari Natal.

Itulah rekomendasi dari KURANG-PIKNIK.COM untuk hari Natal kalian. Jika kalian belum memiliki tiket pesawat, kereta api, atau booking hotel untuk menuju tempat-tempat di atas, kalian bisa melakukannya dengan mengakses menu di sidebar sebelah kanan di website ini. Jika kalian tidak menemukan yang kalian cari, hubungi kami melalui telepon/SMS ke 0857 2195 5833 / 0812 6990 7898, Whatsapp ke 0857 2195 5833, LINE @cjm5596i, atau e-mail info@kurang-piknik.com.

KURANG-PIKNIK.COM juga menyediakan paket tour ke Medan untuk mengunjungi Graha Maria Annai Velankanni (no. 1) atau ke Manado untuk berkunjung ke Bukit Doa Mahawu (no. 8) tanpa perlu repot.

Ayo PIKNIK sekarang juga!!!

Comments