[UPDATE] Info Terkait Wabah Virus CORONA

5 Tempat Bernuansa Tionghoa untuk Liburan Imlek Kalian

Patung Laksamana Cheng Ho di kompleks Klenteng Sam Poo Kong, Semarang

Tidak terasa di akhir pekan ini rekan-rekan dari etnis Tionghoa akan merayakan Tahun Baru Imlek, festival yang paling meriah dalam budaya Tionghoa. Kaum Tionghoa di berbagai dunia akan pulang ke rumah atau tempat asal mereka untuk bisa merayakan Tahun Baru Imlek bersama dengan keluarga.

Kita di Indonesia sangat beruntung karena Tahun Baru Imlek dijadikan sebagai salah satu libur nasional, sehingga kalian yang bukan dari suku Tionghoa pun tetap bisa berlibur dari pekerjaan atau sekolah.

Tapi kalian masih bingung mau liburan kemana? Kali ini KURANG-PIKNIK.COM mencoba memberikan rekomendasi 5 tempat bernuansa Tionghoa yang sangat pas untuk kalian jadikan tempat berlibur di Tahun Baru Imlek yang akan datang sebentar lagi, agar kalian juga bisa ikut merasakan meriahnya perayaan terbesar suku Tionghoa ini.

1. SINGKAWANG

Vihara Tri Dharma Bumi, Singkawang

Singkawang adalah sebuah kota di Kalimantan Barat dan satu-satunya kota di Indonesia yang mayoritas penduduknya adalah suku Tionghoa. Etnis Tionghoa di kota ini berbahasa Hakka dan leluhur mereka didatangkan oleh Belanda dari Provinsi Guangdong untuk menjadi pekerja kasar di pertambangan dan perkebunan.

Sebagai kota yang mayoritas penduduk suku Tionghoa, nuansa Tionghoa sangat kental di wilayah ini. Klenteng dan vihara dengan arsitektur Tionghoa bertebarang di mana-mana, begitu juga dengan lampu lampion yang menghiasi jalanan kota. 

Rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek dan 15 hari sesudahnya yaitu Cap Go Meh meramaikan kota ini dengan berbagai atraksi budaya, khususnya ritual "tatung" di mana orang-orang yang dianggap memiliki kekuatan sakti dari dewa-dewi menunjukkan kesaktiannya.

2. SEMARANG

Pasar malam Semawis, Semarang

Semarang adalah ibukota Provinsi Jawa Tengah. Kota ini memiliki penduduk suku Tionghoa yang cukup banyak, dan termasuk kota pertama di Nusantara yang disinggahi oleh para pedagang Tionghoa yang kemudian menetap dan beranak pinak sampai ke keturunannya sekarang. Salah satu pelopor kedatangan etnis Tionghoa di Semarang (dan seluruh Nusantara) adalah Laksamana Cheng Ho, yang menjelajahi beberapa kawasan di Asia dan Afrika.

Semarang memiliki banyak atraksi wisata yang berhubungan dengan budaya Tionghoa, seperti Klenteng Sam Poo Kong atau Gedung Batu yang dirintis oleh Laksamana Cheng Ho, lalu juga Wihara Watugong di Banyumanik, Semarang Selatan yang memiliki pagoda tertinggi di Asia Tenggara.

Menjelang Tahun Baru Imlek, daya tarik Semarang adalah Pasar Malam Semawis yang terletak di kawasan Kota Lama. Di pasar ini kalian bisa membeli pernak-pernik budaya Tionghoa dan juga makanan Tionghoa yang sedap. 

3. PALEMBANG

Pagoda & Klenteng Kwan Im, Pulau Kemaro, Palembang

Palembang juga merupakan kota yang kental dengan sejarah kaum Tionghoa di Nusantara, karena termasuk salah satu kota yang disinggahi Laksamana Cheng Ho dan orang-orang yang dibawanya dari Tiongkok dalam perjalannya mengarungi samudera.

Suku Tionghoa di Palembang awalnya menetap di Kampung Kapitan, ada juga yang tinggal di rumah-rumah rakit di atas sungai (karena itu dijuluki "Cina Rakit") karena dilarang oleh sultan setempat. Kini mereka tersebar di berbagai tempat di kota Palembang, terutama di pusat kota.

Namun, ada satu tempat di Palembang yang spesial bagi suku Tionghoa, yaitu Pulau Kemaro. Pulau ini dipercaya merupakan tempat terjadinya kisah cinta antara putri Palembang dan lelaki Tionghoa yang sama-sama mati di sungai secara tragis. Di pulau ini terdapat klenteng Kwan Im dan pagoda yang tinggi menjulang, yang menjadi tempat pemujaan bagi suku Tionghoa untuk mendapatkan rejeki dan jodoh. Menjelang Tahun Baru Imlek klenteng ini semakin diramaikan oleh peziarah yang datang untuk berdoa.

4. MEDAN

Rumah Tjong A Fie, Kapitan China Medan di abad 19

Medan, ibukota Sumatera Utara, juga memiliki populasi etnis Tionghoa yang cukup banyak. Suku Tionghoa di Medan yang mayoritas berbahasa Hokkien ini umumnya tinggal di pusat kota, terutama di kawasan Kesawan, Pusat Pasar, Petisah dan sekitarnya. Tidak heran jika kita banyak menemukan klenteng atau wihara dengan arsitektur Tionghoa yang khas, contohnya Vihara Gunung Timur dan Vihara Borobudur. Begitu juga dengan makanan khas Tionghoa yang bisa dengan mudah ditemukan seperti di Jalan Semarang dan Jalan Selatpanjang. Kawasan-kawasan ini akan semakin meriah menjelang Tahun Baru Imlek.

Salah satu lokasi wisata di daerah Kesawan yang harus kalian kunjungi adalah rumah Tjong A Fie. Tjong A Fie adalah "Kapitan China" (pemimpin etnis Tionghoa), dan sebagai pengusaha yang kaya, dia punya berbagai koleksi barang antik dan pernak-pernik perpaduan antara budaya Tionghoa dan Melayu, yang di beberapa tempat dikenal sebagai "Peranakan". Setelah Tjong A Fie tiada, keturunannya menjadikan rumah ini sebagai museum yang terbuka untuk umum.

5. JAKARTA

Meriahnya pernak-pernik Imlek di Petak Sembilan, Jakarta

Jakarta juga punya atraksi wisata buat kalian di liburan Tahun Baru Imlek kali ini. Salah satunya adalah kawasan Glodok dan Petak Sembilan di dalamnya. Walaupun etnis Tionghoa tersebar di berbagai tempat di Jakarta, tetapi tidak ada tempat lain yang nuansa Tionghoa-nya sangat terasa selain di Petak Sembilan ini. Di sini kalian bisa berbelanja pernak-pernik khas Tionghoa, yang selalu ramai menjelang Tahun Baru Imlek. Terdapat juga 2 tempat ibadah yang kental dengan arsitektur Tionghoa yaitu Klenteng Jin De Yuan (Kim Tek Ie) dan Gereja Katolik Santa Maria de Fatima.

Jadi masih bingung mau PIKNIK ke mana minggu ini? Ke-5 rekomendasi di atas bisa jadi pilihan kalian.

KURANG-PIKNIK.COM juga bisa membantu kalian membeli TIKET PESAWAT ke 5 kota ini dari berbagai tempat di dunia, juga RATUSAN hingga JUTAAN HOTEL bukan hanya di 5 kota ini saja tetapi di seluruh penjuru dunia. Kami juga menyediakan PAKET TOUR Indonesia dan berbagai negara dunia untuk liburan kalian.

Tunggu apa lagi? Ayo PIKNIK sekarang juga!!!

Comments