[UPDATE] Terkait COVID-19

Kerala, surga di selatan India

Kuil Sri Padmanabhaswamy, Thiruvananthapuram, Kerala

Jika mendengar negara "India", maka yang terbayang di benak banyak orang Indonesia umumnya adalah Taj Mahal, Bombay, dan film Bollywood. Dan biasanya tujuan wisata orang Indonesia saat berlibur ke India adalah Delhi dan Jaipur, tidak jauh-jauh dari 2 kota ini.

Namun, apakah kalian pernah dengar sebuah negara bagian di India yang bernama "Kerala"?

Wilayah India Selatan, yang meliputi 5 negara bagian yaitu Kerala, Tamil Nadu, Karnataka, Andhra Pradesh dan Telangana memang tidak begitu populer di Indonesia. Padahal, hubungan sejarah Indonesia dengan India Selatan umumnya sangat erat. Kita bisa menjumpai keturunan India Selatan yang sekarang menetap di beberapa tempat di Indonesia, khususnya di Sumatera Bagian Utara. Selain itu, kerajaan yang ada di wilayah ini seperti Kalinga dan Chola pernah menaklukkan sebagian wilayah Nusantara.

Kerala terletak di ujung selatan India. Masyarakat di Kerala umumnya berasal dari ras Dravida, sama dengan masyarakat di India Selatan pada umumnya, dan punya banyak kesamaan dengan bangsa Tamil. Bahasa yang mereka pakai, yaitu bahasa Malayalam, juga dipercaya berakar dari bahasa Tamil Purba yang kemudian terpisah di abad ke-12 M. Namun, mereka punya kebudayaan unik yang juga tidak akan kalian temukan di daerah lainnya.

Masyarakat Kerala dengan bangganya menyebut negara bagiannya sebagai "God's own country", negara yang langsung dimiliki oleh Tuhan, karena indahnya alam dan harmonisnya masyarakat di wilayah ini.

Terbagi ke 3 agama besar, tetapi rukun dan damai

Masjid Jami Cheraman, Kodungallur, dipercaya sebagai masjid tertua di India

Penduduk Kerala terbagi ke dalam 3 agama besar, yaitu Hindu, Islam, dan Kristen. Namun sampai saat ini masyarakatnya hidup rukun dan belum pernah ada konflik antar agama, ketika tempat lain di India banyak diwarnai konflik antar agama seperti yang baru-baru ini terjadi akibat rencana undang-undang yang dianggap mendiskriminasi kaum Muslim. Bukan hanya itu saja, Kerala diyakini sebagai tempat masuknya agama Islam, Kristen, dan Yahudi di India. 

Agama Kristen dibawa oleh Santo Thomas, salah satu murid Yesus Kristus, yang berkelana hingga ke Kerala dan mewartakan ajaran agamanya kepada penduduk lokal hingga wafat dan dimakamkan di Chennai, Tamil Nadu. Gereja-gereja yang dirintis Santo Thomas ini masih hidup dan terbagi ke 2 arus utama yaitu Katolik dan Ortodoks, dan mereka juga menggunakan bahasa Syria atau Aram, bahasa yang digunakan Yesus, selain bahasa Malayalam dalam ibadahnya.

Agama Islam dibawa oleh Malik bin Dinar, salah satu sahabat Nabi Muhammad, yang tiba di Kerala pada abad 7 M. Salah satu jejak peninggalan Islam di Kerala adalah masjid jami Cheraman di kota Kodungallur, yang diyakini sebagai masjid tertua di India yang masih berdiri. Saat ini umat Islam di Kerala dominan di sisi utara, bahkan menjadi mayoritas di Distrik Malappuram.

Sementara itu, agama Hindu sebagai salah satu agama asli India juga berkembang dan memiliki peninggalan sejarah berupa kuil-kuil yang disakralkan, di antaranya kuil Sri Padmanabhaswamy di Thiruvananthapuram (ibukota Kerala), kuil Sabarimala di kawasan hutan distrik Pathanamthitta, dan kuil Vadakkunnathan di kota Thrissur yang terkenal dengan festival gajahnya.

Di samping 3 agama di atas, ada juga umat Yahudi walaupun jumlahnya semakin sedikit karena sebagian besar telah berpindah ke Israel dan negara lain. Salah satu peninggalan agama Yahudi di kawasan ini adalah Sinagoga Paradesi di kota Kochi, sinagoga tertua di India dan negara-negara Commonwealth, serta satu-satunya sinagoga di Kerala yang masih aktif.

Keindahan alam: "backwaters" dan pegunungan Munnar

Kerala Backwaters, dengan air yang masih jernih dan kapal "pesiar" yang mewah

Sangat wajar jika masyarakat Kerala menyebut wilayahnya sebagai "God's own country" karena dikaruniakan alam yang indah oleh Tuhan. Salah satu keindahan alam di Kerala yang wajib dinikmati jika kalian ke tempat ini adalah "Kerala backwaters". "Kerala backwaters" ini adalah sekumpulan danau dan sungai yang kemudian berkumpul dalam aliran air yang letaknya sejajar dengan laut Arab di sisi barat Kerala, dan hanya dipisahkan oleh daratan sempit dengan laut tersebut.

Aliran air yang masih jernih ini dapat kalian lalui baik dengan perahu sederhana milik warga lokal ataupun "kapal pesiar" yang dibuat seperti hotel mewah dengan berbagai fasilitas yang membuat kalian merasa nyaman.

Dari sebelah utara, "backwaters" berawal dari kota Kochi, pusat bisnis Kerala, lalu melewati danau atau telaga yang lebar hingga ke Alappuzha. Dari Alapuzzha kemudian menyusuri sungai yang sempit hingga kembali menemui danau di kota Kollam.

Perkebunan teh Munnar di sisi timur Kerala

Masih ada keindahan alam lainnya yang harus kalian kunjungi di wilayah ini, yaitu Munnar, sebuah desa di Pegunungan Ghats Barat yang berbatasan dengan Tamil Nadu. Di sini kalian bisa menikmati hawa segar dan sejuk, juga melihat perkebunan teh yang indah dipandang mata. India Selatan adalah salah satu kawasan yang menghasilkan teh, dan teh dari daerah ini juga diekspor ke berbagai negara. Munnar juga telah menjadi kawasan resor sejak zaman kolonial Inggris, dan di sini kalian bisa menemukan bangunan villa pribadi dan kantor pemerintahan peninggalan Inggris, yang membuat kalian serasa di Eropa.

Keunikan budaya: rumah adat dan festival gajah

Festival gajah Thrissur Pooram di kuil Vadakkunnathan, Thrissur

Tidak hanya keindahan alam, Kerala juga memiliki keunikan budaya, salah satunya tercermin dalam arsitektur bangunan khas Kerala, dengan bentuk atapnya yang sedikit mengingatkan kita dengan rumah-rumah adat yang ada di Indonesia. Bentuk bangunan ini tercermin di rumah-rumah, tempat ibadah (kuil, masjid, gereja) dan gedung pemerintahan. Keunikan ini tidak akan kalian temui di tempat lain di India, bahkan di tetangganya sendiri (Tamil Nadu dan Karnataka).

Salah satu kuil dengan arsitektur khas ini adalah kuil Vadakkunathan di kota Thrissur, yang dipercaya telah berdiri 1.600 tahun yang lalu. Pada bulan "Medam" dalam kalender Malayalam, di kala bulan dan bintang bernama "Pooram" menunjukkan sinarnya, kuil ini akan dimeriahkan oleh sekitar 50 gajah yang diarak dari 10 kuil yang ada di sekitarnya. Perayaan ini diberi nama "Thrissur Pooram". Selain perarakan gajah, perayaan ini juga diwarnai dengan aneka penampilan tari-tarian dan musik yang dibawakan oleh grup dari 10 kuil ini. Festival ini juga menjadi magnet bagi wisatawan untuk datang ke Kerala.

Namun, perayaan yang paling meriah bagi masyarakat Kerala adalah "Onam", semacam pesta panen yang biasanya dirayakan pada bulan Agustus dan September, bersesuaian dengan bulan Chingam dalam kalender Malayalam. Jika di tempat lain di India yang paling meriah adalah perayaan Diwali atau Deepavali, berbeda dengan Kerala, masyarakat Kerala lebih memeriahkan Onam. Pada perayaan Onam ini, ada banyak pesta budaya yang ditampilkan seperti balap perahu, perarakan gajah, dan jalan-jalan akan dihiasi gambar-gambar yang dibentuk dari bunga yang berwarna-warni.

Cara menuju Kerala

Bandara Cochin, satu-satunya bandara di India yang dimiliki oleh swasta dan 100% listriknya berasal dari tenaga surya

Kerala sangat mudah dijangkau, walaupun saat ini belum ada penerbangan langsung dari Indonesia ke India termasuk ke Kerala, tetapi ada banyak alternatif yang bisa kalian pilih untuk mengunjungi kawasan ini.

dengan pesawat:
Dari Indonesia menuju Kerala kalian bisa menggunakan pesawat berikut:
1. Air Asia ke Kochi, transit di Kuala Lumpur atau Bangkok
2. Malindo Air ke Kochi dan Thiruvananthapuram, transit di Kuala Lumpur
3. Silk Air ke Kochi, transit di Singapore
4. Scoot ke Thiruvananthapuram, transit di Singapore
Tersedia juga penerbangan dari berbagai kota di India dan juga dari negara lainnya seperti Timur Tengah, Sri Lanka dan Maldives.

dengan kereta api:
Kerala sangat mudah dijangkau dengan kereta api, dengan jaringan kereta api yang membentang dari ujung utara ke selatan. Terdapat kereta api dengan berbagai rute di India, dan yang paling jauh adalah ke Jammu (ujung utara India) dan Dibrugarh (ujung timur laut India).

dengan bus:
Kerala dapat dijangkau dengan bus antarkota yang aman dan nyaman, khususnya dari kota-kota besar yang ada di India Selatan seperti Bangalore, Chennai, dan Madurai.

Untuk mengelilingi Kerala sendiri, kalian bisa menggunakan kereta api, bus, atau sewa mobil. Sementara itu Kerala Backwaters dapat dikelilingi dengan perahu, mulai dari perahu sederhana hingga perahu mewah dengan fasilitas hotel berbintang.

KURANG-PIKNIK.COM melayani penjualan TIKET PESAWAT antara Kerala dan Indonesia atau negara-negara lainnya, dan juga melayani pemesanan HOTEL yang ada di Kerala. Ke depannya kami akan membantu kalian dengan PAKET TOUR Kerala dan tempat lainnya di India.

Tunggu apa lagi? Ayo PIKNIK ke KERALA sekarang juga!!!

Comments